Senin, 07 Januari 2019

Hikmah Hijrah

Awal hijrah itu kadang jadi masa yang paling berat setelah istiqomah. Gimana nggak, keseriusan kita diuji saat kita mutusin hijrah. Masalah-demi masalah mulai berdatangan.
.
Waktu pake jibab panjang, ada aja yang bilang “sok alim banget sih!”.
Udah mutusin nggak pacaran dibilang nggak laku. Pake celana cingkrang, jenggotan, belajar pake cadar diteriakin teroris. Sering ikut kajian dikatain radikal, dan kadang yang bilang kayak gitu adalah keluarga kita sendiri, temen kita sendiri, temen baik malah.
.
Sampe-sampe semua itu bikin kita ragu buat hijrah, bikin down, Takut dibully, khawatir dijauhin, takut diunfollow. Yaa begitulah resikonya.
.
Tapi jangan khawatir, bukan hanya kamu ko yang diuji. Setiap orang yang memutuskan hijrah, mereka akan diuji dengan ujiannya masing-masing. Inget, Allah pernah bilang gini;
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?” (Al-Ankabut-2).
.
Terus kamu mau bilang kamu udah hijrah tapi nggak mau diuji ?
Itu sama seperti kamu pengen nikah tapi nggak mau ngelamar, nggak pengen akad. Pengen langsung hanimun. Gile lu ndroo. Enak banget.
.
Enggak gitu, bisa jadi kamu mungkin akan diuji dengan ujian yang paling romantis dari Allah. Mungkin dengan cara dipatah hatikan oleh seseorang yang kamu cintai, atau dijauhkan dengan seseorang yang selama ini dekat, juga bisa jadi diuji dengan kehilangan. Kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup.
.
Dalam hijrah, yang penting harus yakin. Apa yang Allah kasih ke kita, apa yang Allah ambil dari kita, nggak ada maksud lain kecuali untuk kebaikan, untuk menguatkan.
.
Jika mulai ragu dengan hijrah, ada dua kemungkinan. Pertama itu bisikan syetan, kedua mungkin Allah bukan tujuan kita. Salah niat.
.
Jadi, perdalam lagi ilmu agama, belajar seni syukur dan sabar, serta luruskan niat.
Karena jika Allah yang kita jadikan tujuan, ujian sehebat apapun, beban seberat apapun, apalah artinya jika ridho Allah adalah balasannya.

��������������

Tidak ada komentar:

Posting Komentar