Jumat, 08 Maret 2019

Tragedi Nasi Goreng

Bismillah
*TRAGEDI NASI GORENG*

Dulu saya ngerasa nasi goreng itu makanan yang biasa aja. Serasa ga istimewa. Ga masuk kategori masakan andalan saya... hahaha

Tapi, saya dikejutkan sebuah kejadian.

Satu ketika saya dapat undangan acara dr pemerintah kota di sebuah hotel, saya ajak anak-anak karena di rumah ga ada yang nemenin.

Lalu tibalah waktunya makan siang.

Di meja yang berbaris panjang, bederet sejumlah makanan hotel yang cantik dan menggugah selera. Salah satunya ada menu nasi goreng.

Mata Hafizh (putra pertama saya) berbinar-binar liat nasi goreng. Sampe ga sabar ngantri pengen buru2 hap aja.

Pas udah saya siapin di meja makan, di suapan pertama muka Hafizh berubah.

Tadinya excited banget tetiba jadi manyun. ��

Ngapa dah saya jadi bingung.

Kata Hafizh: "Kok nasi gorengnya ga kayak nasi goreng ummi?"

Saya bingung, bukannya enakan nasi goreng ini?

Saya bilang: "Mas Hafizh, ini nasi goreng hotel yang bikin chef2 jago masak super enak... ini enak bangeeettt... coba liat warnanya, baunya, rasanya, ini lebih enak dr nasi goreng Ummi lho".

Dia malah geser piringnya. Katanya: "Nasi goreng Ummi paling enak. Mas Hafizh ga mau makan di hotel. Nunggu nasi gorengnya Ummi aja".

Bubar jalan dah acara makan siang Hafizh. ����

Sampe rumah sore-sore, Hafizh langsung ketiduran dan belum makan siang karena nunggu saya bikin nasi goreng dulu di rumah.

Yaa Allah saya terenyuuuhhh banget. Ternyata nasi goreng saya yang begitu doang begitu disukai Hafizh sampe di mata Hafizh itu lebih enak daripada nasi goreng hotel.

Aaahhh selama ini saya ga menyadarinya.

Ternyata *masakan sederhana bisa sangat melekat di hati anak-anak* dan memorable banget.

Sejak saat itu saya ga pernah memandang sebuah makanan itu sederhana, pasti istimewa, apalagi kalau *yang buatin seorang ibu utk anaknya.* Itulah masakan terbaik yg bisa dibuat saat itu.

Buat para bunda yang ga PD masak, percayalaaah *masakan Bunda pasti suatu saat dikangenin anak-anak dan suami.*

Sekarang mungkin ga kerasa, tapi kalau tiap hari Bunda masak, sekaliii aja Bunda ga masak pasti pada bertanya-tanya kenapa Bunda ga masak? Kangen dimasakin Bunda, dll.

Akan tiba masa-masa itu...

��������������

**

...

...

... ��

*Dewi Lestari*

Jumat, 25 Januari 2019

TANDA-TANDA KEMATIAN ISYARAT DARI ALLAH

TANDA2 KEMATIAN
ISYARAT DARI ALLAH

Baca Dulu Hanya 2 Manit Saja

ALLAH Subhanahu Wata'ala telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian..

Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya,

Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..

Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar, jantung berdenyut - denyut.. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..

Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari..

Tanda 7 hari menjlang ajal : Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan..

Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu..

Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengah dahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti..

Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya..

Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat..

Sahabatku yang budiman, subhanALLAH, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya..
Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup..

Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya..
SubhanALLAH..

Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang- orang yang terpilih.. Dan semoga
kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada..

Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah,
Aamiin..

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Aamiin

Selasa, 22 Januari 2019

Inspirasi Hati

Tidak semua orang memiliki Nasib Baik Selamanya.

Tidak semua orang memiliki Nasib Buruk Selamanya.

Ada yang dari Muda Sampai Tua nasibnya Tidak pernah Baik.

Ada yang dari Muda sampai Tua nasibnya Baik Terus, semua Lancar. 

Sebagian orang mengatakan itu  "Sudah Ditakdirkan",

Ada juga orang yang mengatakan itu "Buah dari Karma masa lalu".

Tapi kita tidak bisa bilang "Menyerah" kepada Nasib.

Sebaliknya kita Harus berusaha untuk Hidup Lebih Baik.

(SebaB) kita Tidak Tahu kapan Nasib Baik/Buruk akan datang.

Kalau Nasib Buruk sedang menimpa, terima saja seperti kita Harus Membayar Hutang.

Tidak perlu Marah atau Dendam; yang Penting adalah merasa Lebih Ringan dan Berterima Kasih karena "Deposit Karma Buruk" kita sudah Berkurang Sebagian.

Kalau Nasib Baik sedang Datang, diterima juga dengan baik seperti baru Membuka Tabungan.

Tidak perlu Gembira Berlebihan, Takabur.

Gunakan untuk Modal Berbuat Baik Lebih Banyak lagi.

Tidak perlu Memaksa Diri, tidak perlu Meniru orang lain.

Setiap orang Garis Kehidupannya Berbeda.

Yang penting adalah TIDAK PUTUS ASA !!

Selalu Ada Jalan untuk memecahkan Masalah Hidup yang tidak pasti ini, karena yang pasti hanya Kematian.

HIDUPLAH SEPERTI AIR MENGALIR.

Kalau sedang lancar ya OK, kalau tidak lancar harus bersabar.

Kalau harus mengalir deras ke bawah, lakukan saja semuanya dengan Santai.

MAJU TERUS, Tidak Menyerah dalam situasi apapun.

Menggerutu membuat Wajah kita tidak enak dilihat;

Marah-marah membuat Tekanan Darah menjadi Naik.

Sebaliknya Bersikap Tenang dan Lebih Sabar itu jauh lebih baik.

Kebahagiaan itu ada ϑi Dalam Hati.

Kalau kita bisa Mensyukuri apa yang kita miliki, Itulah Bahagia.

Selamat pagi...
Tetap Semangat...
Terus Bertumbuh...
Terus Belajar...
GBU
������������������

Hidup Ini Mudah, Kita Saja Yang Mempersulit.

HIDUP INI MUDAH, KITA SAJA YANG MEMPERSULIT.
by: Sigit Setyawadi

Sejak saya berhenti praktek 17 Agustus 2005, saya terus mempelajari kehidupan ini. Semakin dipelajari, semakin besar penyesalan mengapa baru tahu sekarang hal hal begini ini ? Setelah saya bekerja superkeras selama 25 tahun sebagai dokter, dan separoh waktunya sebagai dokter kandungan.

Ternyata hidup ini sangat mudah, kita saja yang membuatnya sulit.

Sebenarnya apa yang Anda inginkan dalam hidup ini ? Yaitu hidup nyaman, sehat,  tinggal di rumah yang layak, memiliki kendaraan layak untuk kesana kemari, bisa berkumpul kapan saja dengan keluarga, bisa melakukan apa saja dan kapan saja. Untuk mendapatkan kehidupan seperti itu apa yang Anda butuhkan ? . . . .  UANG !!. Dunia sudah terorganisir sedemikian rupa sehingga kita melakukan apa saja memerlukan uang.  Semakin banyak uang yang kita miliki, kehidupan terasa semakin mudah.

Tetapi apa yang kebanyakan orang lakukan ? Mereka tidak mencari uang, melainkan MENCARI PEKERJAAN.  Yang diinginkan itu uang,  tetapi yang dicari pekerjaan. Akibatnya apa yang dia peroleh ?? . . . . Pekerjaan !!. Dia bekerja untuk hidup dan hidup untuk bekerja.

Mereka mengira (saya dulu juga begitu), dengan bekerja, maka uang untuk kebutuhan hidup akan diperoleh . . . . Itu salah besar !!. Dunia memiliki hukum hukum nya sendiri, aturan aturannya sendiri. Karena selama ini Anda menginginkan BEKERJA KERAS MENCARI UANG, dan selalu berbicara tentang pekerjaan, maka itulah yang Anda peroleh.  Berapapun uang yang Anda dapatkan akan disuruh menghabiskan supaya Anda terus bekerja keras. Jika punya uang sedikit saja, dimunculkan keinginan aneh yang tadinya tidak ada. Mulai mengganti keramik lantai, menambah kamar, mempercantik dapur, membuat taman, kolam renang, menambah mobil, dan sebagainya. Pokoknya uang Anda harus habis, lebih bagus lagi kalau Anda memiliki hutang banyak. Semakin banyak hutang, Anda akan bekerja semakin keras, dan berarti doa Anda terkabul.

Apakah Anda menginginkan kondisi yang berbeda ? Hidup santai dan uang datang terus ? Bagaimana caranya ? dahulu perlu merantau dan bertemu mentor orang kaya untuk merubah itu. Sekarang cukup mendengarkan 2 audio terapi bawah sadar 21x. Kalau bisa selesai dalam satu minggu. Sehari 3x 1set.

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Itu kata guru besar Buddha Gautama 2600 tahun lalu. Pikiran terbagi dua yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar yang 9x lebih kuat dari pikiran sadar. Jadi nasib kita ke depan akan ditentukan oleh isi pikiran kita sekarang. Jika kita tidak merubah program pikiran bawah sadar dan membiarkan PROGRAM BEKERJA KERAS tetap jalan, maka bekerja keraslah yang akan kita dapat. Bukan uang, tetapi hutang.  Semakin besar penghasilannya, semakin besar tanggungan hutangnya. Selama masih bisa menghasilkan uang besar tidak masalah. Jika sampai saatnya ? Pssstttt. . . . .

Apapun kondisi Anda, apakah masih menganggur atau sudah bekerja sangat keras sebagai dokter kandungan. Apakah masih hidup di bawah jembatan atau di rumah besar, tidak banyak bedanya.

Salam sukses.

Pesan Cinta Sederhana

(entah tulisan siapa ini. Siapapun itu, aku ucapkan terimakasih atas tulisannya yg positif dan inspiratif. Semoga Allah melapangkan rizki untuknya dan untuk kita semua yang membacanya. Aamiin).

PESAN CINTA SEDERHANA 

Suatu hari di sebuah warung sederhana, di Kepatihan Wetan, Solo, aku mengamati dialog di dalamnya.

“Gratis Mbok??“ si Parjo bertanya heran.

“Ya , kenapa? makan aja apa yg kamu suka."

“Wah.... terimakasih mbok...terimakasih…”

Si Mbok tersenyum riang ketika memperhatikan Parjo, langganannya yg biasa berhutang di warungnya, sekarang menyantap makanan dg lahapnya. Mungkin kali ini pria itu dapat menikmati makanannya dg tanpa beban. Keringat meleleh di keningnya.

“ Jo...“

“Ya, Mbok. Ada apa..? apa ini hanya guyonan saja Mbok?", Parjo melongo ke arah si Mbok dg bingung dan mulut yg masih terisi nasi. Tapi si mbok tetap tersenyum.

“Ini catatan Bon kamu ya. ?, tanya si Mbok dg tersenyum.

“Ya Mbok. Tapi aku ndak ada duit sekarang."

“Ya, aku tahu. Kamu memang selalu ndak ada uang akhir2 ini. Ya sudah, bon kamu aku hapus..“,  jawab simbok dg senyum.

“ Hapus???“, teriak Barjo dg bengong. “wah, lelucon apa lagi ini Mbok. Jangan bikin aku jantungan Mbok. Gratis saja aku sudah bingung…lah sekarang bonku malah dihapus, lagi.“

“Ya ..kamu ndak perlu jantungan. Terima aja. Aku senang kok”, Jawab simbok.

Hari itu ada hampir 40 orang yg datang makan di warung mbok Mijah. Mereka semua adalah supir angkot, tukang becak, pemulung, pedagang asongan, pengamen jalanan dan tukang minta2 yg biasa nongkrong di sudut jalan.

Semua menikmati makanan dg gratis. Bahkan sebagian dari mereka yg punya catatan hutang dinyatakan dihapus oleh simbok. Kebahagiaan jelas sekali terpancar di wajah si Mbok.

Pemandangan tsb  aku saksikan sendiri sambil asyik menikmati es teh manis. Mereka yg datang seakan tidak memperdulikan ku. Tapi tidak ada satupun ekspresi wajah dari mereka yg luput dari perhatianku.

Hari itu memang aku sengaja datang ke warung si Mbok yg jd langgananku ketika aku mahasiswa dulu. Si Mbok hampir tidak percaya ketika aku datang.‎

"Maksud mas??“, Tanya si Mbok dg sedikit terkejut.

“Ya Mbok. Aku ingin tahu berapa jumlah penjualan Si mbok bila seluruh makanannya habis terjual.”, tanyaku tanpa memperdulikan keterkejutannya.‎

"400 ribu rupiah, Den. Tapi tidak semua simbok terima karena sebagian dihutangin”

“Baik. Berapa jumlah catatan hutang dari semua pelanggan si Mbok“,  tanyaku lagi.

"Ada Rp. 700 ribu", jawabnya lagi tapi masih bingung.

“Oke Mbok. Nah ini saya beri uang Rp. 1.500.000.“, kataku sambil memberikan uang itu kepadanya.

“Oh.. Untuk apa ini Den…??”, Sekarang benar2 bingung dia.

“Aku hanya ingin memberikan uang ini kepada Si Mbok. Karena dalam keadaan sulit si Mbok masih bisa berbuat baik sama orang. Simbok bisa ngutangin orang yg butuh makan walau simbok sendiri tidak tahu kapan orang itu akan membayar.”

Sambil memperhatikan wajahnya yg berseri dalam kebingungan, kupegang tangannya dan menyerahkan uang itu.

“Nah, apa yg akan siMbok lakukan dengan uang ini?", sambung ku.

“SiMbok hanya ingin memberi kesempatan semua langganan makan gratis hari ini. Menghapus semua hutang mereka.”, Jawabnya.

“Mengapa???“, Sekarang gantian aku yg bingung.

“Simbok orang miskin. Simbok pengen bersedekah tapi ndak pernah bisa. Wong hidup juga sulit begini.", Katanya.

******

Ketika senja mulai beranjak malam. Aku melangkah menjauhi sudut jalan itu. Di dalam mobil aku termenung. Selama ini kita begitu hebatnya menggunakan retorika bahwa kita peduli dg si miskin. Kita marah kepada ketidak-adilan. Tapi kita tidak berbuat banyak.

Tapi sebetulnya kehadiran Allah tetap ada di lingkungan si miskin. Dengan kesahajaan di antara mereka dan cara mereka, mereka berbagi untuk saling peduli. Itu...

Negeri ini kuat karena rahmat Allah yg meniupkan pesan cinta ke hati siapapun utk saling berbagi. Masalahnya ada yg bisa membaca pesan itu dan ada yg tidak membacanya.

Si Mbok adalah contoh bhw pesan cinta Allah di bacanya dg baik, walau sedikit yg dia punya itulah yg dia bagi... dan dia bahagia karena itu...

Saudaraku...‎
Memang cinta selalu menyehatkan dan menentramkan walau harus dg memberi sesuatu dimana pada waktu yg bersamaan diri sendiri juga sangat membutuhkannya.

Berbagi tidak harus menunggu kaya.

��❤��

Minggu, 20 Januari 2019

Fenomena Akhir Zaman

*FENOMENA AKHIR ZAMAN*
_=======================_
.
Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
wa sallam bersabda : (mafhumnya)
.
Akan tiba masanya atas ummat ku di mana
ke khusyu'kan dalam shalat akan hilang.
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya kematian secara mendadak.
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya gempa bumi terjadi.
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
orang jujur didustakan, orang tepercaya
dituduh khianat, dan pengkhianat
dipercayai
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
Jika urusan umat di limpahkan kepada
pemimpin yang bukan ahlinya
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
seseorang muslim itu tidak akan
mengucapkan salam kecuali kepada orang
yang ia kenal saja.
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya terjadi pembunuhan sesama
sendiri.
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya masjid di bangun megah namun
sepi jamaah nya,
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya setiap orang tanpa kecuali akan
makan riba, orang yang tidak makan
langsung, pasti terkena debu debunya.
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya seseorang tidak peduli dari
mana hartanya didapat, apakah dari yang
halal atau yang haram.
.
Akan tiba masanya atas ummat ku dimana
banyaknya manusia saling berbangga-
bangga dengan perbuatan maksiat mereka.
.
Para sahabat bertanya " kapan hal itu akan
terjadi wahai Rasulullah ?
Rasulullah saw menjawab "Semua itu akan
terjadi di akhir zaman, maka apabila hal itu
sudah terjadi maka tunggulah saat
kedatangan hari kiamat".
.
.
Lihat lah Hampir semua yg disebut di atas
itu telah berlaku di zaman kita sekarang ini.
.
Adalah Hari-hari yang sangat Ganjil.
Ibu-ibu & bapak-bapak hanya
mementingkan makanan yg sedap dan
pakaian yg cantik2 saja terhadap anak-anak
mereka.
Namun mereka lupa menanam ajaran
agama dan akhlak kepada anak-anak
mereka.
.
Hari-hari yang Ganjil.
Para pekerja tidak ikhlas bekerja dengan
alasan gaji yg diberi tidak mencukupi /
sedikit.
Namun mereka lupa sesungguh nya Allah
memberkahi rezeki yang halal dan
menghilangkan dari rezeki yang haram.
.
Hari-hari yang Ganjil
Pemuda dan pemudi berjam-jam
menghabiskan waktu mereka jalan-jalan
dan berplesiran di Mall atau di Pasaraya.
Namun mereka merasa letih dan berat
untuk mengerjakan shalat walau hanya dua
rakaat.
.
Hari-hari yang Ganjil.
Pemuda dan pemudi asik mendengar lagu-
lagu dengan hati yang girang gembira.
Namun jika untuk mendengar firman-firman
Allah, hati mereka menjadi sesak, seolah-
olah mereka hendak naik ke langit sedang
mereka tidak tahu bahwa perkara yang halal
tidak boleh bercampur dengan perkara
yang haram.
.
Hari-hari sangat Ganjil.
Kita bersungguh2 berusaha sehingga
mampu membeli apa yang kita suka, yg
enak-enak dan yang bagus-bagus, murah
atau mahal, kita sanggup membayar nya
walaupun dengan berapa harga sekalipun,
namun ketika kita ingin menderma ke dalam
kotak masjid, kita akan memilih uang kita yg
paling kecil sekali untuk di masukkan ke
dalam kotak amal.
.
Hari-hari yang Ganjil.
Kita set alarm sebelum tidur takut terlambat
bangun untuk pergi kerja. Namun kita lupa
untuk set kan alarm untuk bangun
menghadap Allah ketika shalat subuh.
.
Hari-hari sangat Ganjil
Kita saling caci dan membicarakan
keburukan makhluk-makhluk Allah, Namun
kita lupa akan firman Allah "Tiada suatu
ucapan pun yang di ucapkannya melainkan
ada di datangi malaikat pengawas yang
selalu hadir" .
.
Hari-Hari yang Ganjil.
Kita mengeluh dari banyak nya musibah dan
bencana, namun kita lupa akan firman Allah
" Maha Suci Allah yang telah menggerakkan
kendaraan ini untuk kami padahal kami
tiada kuasa menggerakkannya"
.
Hari-hari yang Ganjil.
Ibu-ibu & bapak-bapak membiarkan saja
istri dan anak perempuan mereka memakai
pakaian dengan menampakkan aurat
bahkan menimbulkan fitnah kepada orang
lain tanpa ada rasa bersalah dan tidak
berani untuk mencegahnya dengan alasan
itu adalah hak asasi manusia, kubur
masing2 dll....
.
Hari-hari yang Ganjil.
Pada saat pesan ini sampai kepada mu,
maka dengan engkau telah menjadi salah
seorang yang membantu dalam
memberikan peringatan tentang peraturan
serta syariat Allah dan sunnah-sunnah Nabi
Muhammad sollallaahu alaihi wa sallam.
.
Apa yang kami harapkan darimu adalah
turut serta menghidupkan sebahagian dari
sunnah Nabi saw ini walau hanya dengan
satu perbuatan sunnah saja.
.
Memelihara Hadis yang mulia dengan
demikian Anda telah bersama2 dengan kami
dalam menyebarkan sunnah-sunnah
Rasulullah sollallaahu alaihi wa sallam.
.
Jadilah anda salah seorang yang mengajak
kepada kebaikan.
.
Agar semakin bertambah ganjaran pahala
kita dapat karena sudi berdakwah
.
Insyaa Allah.
Bumi ini sudah tua soal kapan kiamat tidak
ada yang tau termasuk Rasulullah,Tapi
mengenai umur umat islam Rasulullah
pernah membocorkan bahwa umur umat
islam tidak sampai 1500 hijriah
sedangkan kita sekarang sudah 1440
hijriah,kapan lagi waktu kita untuk berbuat
baik,kapan lagi kita mau memperbanyak
amal jika waktu hidup kita tidak ada yang
tau.
Mudahan kita selamat hidup di dunia yang
sebentar ini untuk menuju Akhirat yang kekal abadi....

Sabtu, 19 Januari 2019

Benarkah Dunia Ini Rendah?

DELAPAN (8) BUKTI DUNIA INI RENDAH !

Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk tidak menjadikan dunia sebagai dambaan melebihi dambaan akhirat dengan alasan bahwa dunia itu rendah lagi sementara. Hal ini jelas bukti kasih sayang Allah Tabaraka wa Ta'ala kepada hamba-Nya, supaya tidak terjerumus kepada cinta semu, cinta dunia yang akan mengakibatkan penyesalan di akhirat kelak, yakni siksa api neraka.

*PERTAMA*: Harga dunia itu lebih murah daripada 1 sayap nyamuk.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda :

لَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya nilai dunia di sisi Allah setara dengan 1 sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir 1 teguk air pun.” (HR. At-Tirmidzi No. 2242)

*KEDUA*: Permisalan akhirat dan dunia itu ibarat, laut dengan air yang menempel di ujung telunjuk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ (وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ) فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ

“Tidaklah dunia apabila dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti salah seorang di antara kalian mencelupkan jarinya ini (salah seorang perawi hadits yaitu Yahya mengisyaratkan dengan jari telunjuknya) ke dalam laut, maka lihatlah kepada air yang masih menempel di jari.” (HR. Muslim No. 5101)

*KETIGA* : Bangkai anak kambing pun lebih mahal daripada dunia.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam pasar dengan diiringi oleh para sahabat. Tiba-tiba mereka melihat seonggok bangkai anak kambing yang cacat yaitu tidak punya dua telinga.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada para sahabat,
“Siapakah diantara kalian yang mau membeli bangkai ini seharga 1 dirham ?.”
Maka para sahabat menjawab, “Kami tidak mau membelinya berapa pun harganya, dan apa yang bisa kita manfaatkan ?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah kalian mau bangkai ini milik kalian ?”
Para sahabat berkata, “Tidak mau.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulang ucapan ini sebanyak tiga (3) kali.
Para sahabat berkata, “Tidak Demi Allah, kalau seandainya anak kambing tersebut hidup itu pun cacat yaitu tidak punya 2 telinga. Maka bagaimana kalau sudah menjadi bangkai ?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maka Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah atas kalian daripada bangkai ini.”
(HR. Muslim No. 5257)

*KEEMPAT* : Tempat cambuk di surga itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ مِنْ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا

“Dan tempat cambuk salah seorang diantara kalian dari surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Al-Bukhari No. 2678)

*KELIMA* : Kemiskinan bukan hal yang dikhawatirkan Nabi, tapi ...

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

“Maka Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan saat menimpa kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukakannya dunia kepada kalian sebagaimana dunia telah dibukakan kepada orang-orang sebelum kalian.” (HR. Al-Bukhari No. 3712 dan Muslim No. 5261)

*KEENAM* : Kesengsaraan dunia bagi ahli surga adalah lebih baik dibandingkan kenikmatan dunia bagi ahli neraka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

“Pada hari kiamat nanti akan didatangkan seorang ahli dunia yang telah mendapatkan kenikmatan dunia dari kalangan penduduk neraka kemudian dia dicelupkan ke dalam neraka dengan satu celupan, dan dikatakan kepadanya, “Wahai anak adam, apakah engkau pernah melihat sedikit kebaikan? Apakah engkau pernah merasakan sedikit kenikmatan?”. Maka dia menjawab, “Tidak – demi Allah – wahai Rabbku”. Dan didatangkan seorang yang keadaannya paling sengsara ketika hidup di dunia dari kalangan penduduk surga kemudian dia dicelupkan ke dalam surga dengan satu celupan, dan dikatakan kepadanya, “Wahai anak adam, apakah engkau pernah melihat sedikit kesengsaraan? Apakah engkau pernah merasakan sedikit penderitaan?”. Maka dia menjawab, “Tidak –demi Allah– wahai Rabbku, aku tidak pernah merasakan penderitaan sedikitpun dan aku tidak melihat kesengsaraan sedikit pun.” (HR. Muslim No. 5021)

*KETUJUH*: Dunia adalah penjara bagi muslim, surga bagi orang kafir.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim 5256)

*KEDELAPAN* : Hamba dunia adalah golongan manusia yang celaka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

“Celakalah hamba dinar, dirham, sutera dan pakaian. Jika diberi (karunia dunia) ridha dan jika tidak diberi tidak ridha (kepada Allah)” (HR. Al-Bukhari No. 5955)

Senin, 07 Januari 2019

Kalaulah Sempat (BJ Habibie)

*"Saat Kematian itu kian dekat"*
*B. J. HABIBIE*

*"Kalaulah Sempat ..?"*
*Renungan utk kita semua !!!!*
-----------------------
_(Ketika BJ Habibie berpidato di Cairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah Ilmu Technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa Ilmu Agama itu lebih bermanfaat untuk umat Islam. Kalau saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama.")_

Sepi penghuni..Istri sudah meninggal...

Tangan menggigil karena lemah... Penyakit menggerogoti sejak lama... duduk tidak enak, berjalan pun tidak nyaman...Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

Tiga anak, semuanya sukses... Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yg sekarang berkarir di luar negeri...
» Ada yg bekerja di Perusahaan asing dengan posisi tinggi...
» Dan ada pula yg jadi pengusaha...Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol
» Semuanya kaya raya...

Namun....Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya....

Tidur tidak nyaman...
» dia berjalan memandangi foto² masa lalunya ketika masih perkasa dan enegik yg penuh kenangan...

������������

Di rumahnya yg besar dia merasa kesepian, tiada suara anak dan cucu, hanya detak jam dinding yg berbunyi teratur...
Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yg menetes..

Rindu dikunjungi anak²nya...
Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tidak mampu berjalan....

Sudah terlanjur melemah.... Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yg menyeruak...Sepanjang waktu ....

• Laki² renta itu, barangkali adalah Saya....
• Atau barangkali adalah Anda yg membaca tulisan ini suatu saat nanti......
• Hanya menunggu sesuatu yg tidak pasti...
• Yg pasti hanyalah "Kematian".

» Rumah Besar tidak mampu lagi menyenangkan hatinya...
» Anak Sukses tidak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yg ber AC...
» Cucu² yg hanya seperti orang asing bila datang...
» Asset² produktif yg terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira² jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematiannya nanti ??
» Siapa yg akan memandikan ?
» Dimana akan dikuburkan ??
» Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?
» Apa amal yg akan dibawa ke akhirat nanti?
» Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...

• Anak² entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak??
• Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
• Apa lagi jika anak tidak sempat dididik sesuai tuntunan agama??
Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja...

�� 'Kalaulah Sempat' menyumbang yg cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat² di Jalan Allah yg lainnya...

�� 'Kalaulah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yg selalu datang......

�� 'Kalaulah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan.....

�� 'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan......

�� Kalaulah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya ......

�� Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yg Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan....

�� Ibadah dan sedekahnya di bimbing / diajarkan dan diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' medoakan orang tuanya.

�� Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama ....

*"Kalaulah Sempat"*
Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius 'Menyiapkan Bekal' untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan' kepadaNya?

Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yg bisa melalaikan.......

�� Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang dan kekal di akhir Hidup kita....
[6/1 21.55] ‪+62 857-3685-8198‬: ����������������

�� _Berwudhu Dan Berdo'a Sebelum Tidur_
============================
Terdapat hadis, kita dianjurkan untuk bersuci sebelum tidur. Diantaranya, hadis dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
➖➖➖➖➖➖➖➖
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ؛ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ
➖➖➖➖➖➖➖➖
“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah
➖➖➖➖➖➖➖➖
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
➖➖➖➖➖➖➖➖
_Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh harap kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.

Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu, sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur.”_

(HR. Bukhari 247 danMuslim 2710)
����������������

Semoga Bermanfaat
��Akhukum fillah
-------------------۩۞۩-------------------
[7/1 03.25] ‪+62 857-3685-8198‬: ��❄��❄��❄��❄
��‌��‌��‌��‌��‌��‌ 
��‌��‌��‌��‌��‌��‌��‌
▪▫▪▫▪▫▪
�� _KENIKMATAN_
============================

Dari Ibn Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Salallahu alaihi wa sallam bersabda :
➖➖➖➖➖➖➖➖
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
➖➖➖➖➖➖➖➖
Artinya :
"Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu oleh keduanya; Kesehatan dan kesempatan (waktu luang)." (HR.Bukhari)

Pengesahan hadits
Diriwayatkan oleh Bukhari (XI/229-Fathul Bari) ============================
Kandungan hadits :
- Manusia itu ibarat pedagang, sedang kesehatan dan kesempatan (waktu luang) merupakan modal. Oleh karena itu, barang siapa yang mempergunakan modal itu dengan sebaik-baiknya, maka dia akan memperoleh untung. Sedangkan yang menyia-nyiakannya, maka dia akan merugi dan menyesal selamanya dan ia adalah orang yang tertipu.

����Diharuskan memanfaatkan kesehatan dan kesempatan (waktu luang) dengan sebaik-baiknya, untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengerjakan amal kebaikan sebelum keduanya itu hilang. Sebab, kesempatan dan kekosongan itu selalu diakhiri dengan kesibukan, dan sehat itu selalu diikuti oleh penyakit.

���� Islam sangat memperhatikan perihal waktu, karena waktu adalah kehidupan. Islam juga menekankan keselamatan fisik. Sebab, dapat membantu menyempurnakan agama.

����Cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menggunakannya untuk ketaatan.

-------------------۩۞۩-------------------
[7/1 04.30] ‪+62 857-3685-8198‬: بسم الله الرحمن الرحيم
┏••••••••••••••❁✒��•••••••••••••┓
    ✏ Kajian Murni Sunnah ✏  ┗••••••••••••••❁✒��•••••••••••••\

DOA PEMBUKA MAJELIS

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُبِاللّٰهِ مِنْ شُرُوُرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ اَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّابَعْدُ ؛

"Segala puji milik Allah.Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah Dia. 
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya".
➖➖➖➖����➖➖
Alhamdulillah ahlan wasahlan semua yg baru dan sudah bergabung.. semoga hari ini qta semua diberkahi ilmu ..kesehatan dan Rizky yg berlimpah
Maaf bila penyambutan kami kurang berkenan
������ aamiin������
[7/1 05.13] ‪+62 857-3685-8198‬: ➖��➖��➖��➖��
��➖Adzan shubuh➖➖Kurang lebih Akan➖berkumandang➖
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
من صلی الصبح فهو في ذمۃ الله. رواه مسلم

"Barangsiapa yang shalat shubuh maka dirinya dalam perlindungan Allah" (HR. Muslim)..
AYO SHALAT SHUBUH TEPAT WAKTU, UNTUK LELAKI DIUTAMAKAN DIMESJID SHAF PERTAMA,,SEDANG WANITA DIUTAMAKAN DI RUMAH
jangan lupakan juga shalat Sunnah shubuhnya,, karena rosul BERSABDA:

رَكعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها
"Shalat dua rakaat fajar (sebelum Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim:725)
��➖��➖��➖��➖
[7/1 05.29] ‪+62 857-3685-8198‬: �� *REMINDER*����
       ➡ *DZIKIR PAGI*

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat Shubuh sampai terbit mataharilebih aku sukai dari memerdekakan empat orang budak dari anak Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat ‘Ashar sampai terbenam mataharilebih aku cintai dari memerdekakan empat orang budak.’” (HR. Abu Dawud no. 3667, lihat Shahiih Abi Dawud 11/698 no. 3114 – MisykaatulMashaabiih no. 970, hasan)

Imam Ibnu Qayyim رحمه الله berkata:

“Waktunya antara Shubuh hingga terbit matahari, dan antara ‘Ashar hingga terbenam matahari.”

Dalil dari al-Qur-an tentang Dzikir Pagi dan Petang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Al-Jauhari (seorang ahli bahasa Arab) berkata: (أَصِيلاً) artinya, waktu antara ‘Ashar sampai Maghrib.”

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Al-Mu’min: 55)

(َالْإِبْكَار) artinya, awal siang hari, sedangkan (الْعَشِيُّ) artinya, akhir siang hari.

Allah سبحانه و تعالي berfirman:

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Rabb-mu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).” (QS. Qaaf: 39).

Ini merupakan penafsiran dari apa yang disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah صلي الله عليه وسلم, bahwa siapa yang mengucapkan begini dan begitu pada pagi dan petang hari…, maksudnya adalah sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, yaitu memulainya sesudah shalat Shubuh dan sesudahnya.

(Lihat penjelasan Imam Ibnul Qayyim dalam Shahiih al-Waabilish Shayyib hal. 165-166)

➡ *BACAAN DZIKIR PAGI*

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

➡ *1.MEMBACA AYAT KURSI 1X*

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ

الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” Al-Baqarah: 255) (Dibaca pagi 1x) [1]

➡ *2. Membaca Surat Al-Ikhlas (Dibaca Pagi  3x)*

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.’” (QS. Al-Ikhlash: 1-4). (Dibaca pagi 3x). [2]

➡ *3.Membaca Surat Al-Falaq (Dibaca Pagi  3x)*

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَ

سَدَ

“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Shubuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”‘ (QS. Al-Falaq: 1-5). (Dibaca pagi 3x). [3]

➡ *4.Membaca Surat An-Naas (Dibaca Pagi 3x)*

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.’” (QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca pagi 3x) [4]

➡ *5.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

*Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.*

”Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca pagi 1x) [5]

➡ *6.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

*Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.*

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca pagi 1x) [6]

➡ *7.Membaca Sayyidul Istighfar (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

*Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.*

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali E

ngkau.” (Dibaca pagi 1x) [7]

➡ *8.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” (Dibaca pagi 3x) [8]

➡ *9.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

*Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.*

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”(Dibaca pagi 1x) [9]

➡ *10.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

*Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.*

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” (Dibaca pagi 1x) [10]

➡ *11.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

*Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.*

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.” (Dibaca pagi3x) [11]

➡ *12.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

*Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.*

“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca 3x)[12]

➡ *13.Membaca (Dibaca Pagi 1x)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدً

*Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.*

“Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca pagi 1x) [13]

➡ *14.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

*Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin*

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca pagi 1x) [14]

➡ *15.Membaca (Dibaca 10x atau 1x)*

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

*Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.*

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x [15] atau dibaca 1x pada pagi) [16]

➡ *16.Membaca (Dibaca setiap hari 100x)*

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

*Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.*

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca setiap hari 100x) [17]

➡ *17.Membaca (Dibaca Pagi 3x)*

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

*Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.*

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.”(Dibaca pagi 3x) [18]

➡ *18.Membaca (Dibaca Pagi 1x)*

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

*Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.*

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” (Dibaca pagi 1x) [19]

➡ *19.Membaca (Dibaca Pagi 100x)*

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

*Subhanallah wa bi-hamdih.*

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca pagi100x) [20]

➡ *20.Membaca (Dibaca setiap hari 100x)*

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

*Astagh-firullah wa atuubu ilaih.*

“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Dibaca setiap hari 100x) [21]

_____

Fote Noote:

[1] Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” (Lihat Mustadrak Al-Hakim 1/562, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/418 no. 662, shahih).

[2] HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII/250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V/312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih

[3] Ibid.

[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi

dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan. ( HR. Abu Dawud no. 5082, Shahiih Abu Dawud no. 4241, Annasa-i VIII 250 dan At-Tirmizi no. 3575 , At-Tarmidzi berkata “Hadits ini hasan shahih” Ahmad V/312, dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih).

[5] HR. Muslim no. 2723 (75), Abu Dawud no. 5071, dan at-Tirmidzi 3390, shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud.

[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, shahih. Lihat pula Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.

[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu.

[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad no.539

[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1200, Abu Dawud no. 5074, An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih

[10] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.” HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067,Lihat Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753

[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869, al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.

[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657, Shahiih At Targhiib wat Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.

[13] HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 575, dan al-Hakim 1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/417 no. 661, Ash-shahiihah no. 227, hasan, dari Anas radhiyallahu ‘anhu

[14] HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum wol Lailah no. 34, Misykaatul Mashaabiih no. 2415, Shahiihal-Jaami’ish Shaghiir no. 4674, shahih

[15] HR. Muslim no. 2693, Ahmad V/420, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 113 dan 114, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/416 no. 660, shaahih.

[16] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no. 6418, Misykaatul Mashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, shahih.

[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhar

i no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762

[18] HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII/44. Dari Juwairiyah binti al- Harits radhiyallahu ‘anhuma

[19] HR. Ibnu Majah no. 925, Shahiih Ibni Majah 1/152 no. 753 Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54,110, dan Ahmad VI / 294, 305, 318, 322. Dari Ummu Salamah, shahih.

[20] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-’iifah no. 5296).

[21] HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim no.2702

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:قَالَ رَسُو لُ اللهِ صلي الله عليه وسلم : يَااَيُّهَا النَّسُ، تُوبُواإِلَيْ اللهِ. فَإِنِّيْ اَتُوبُ فِيْ الْيَومِ إِلَيْهِ مِانَةً مَرَّةٍ

Dari Ibnu ‘Umar ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.’” HR. Muslim no. 2702 (42).

Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

[إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ وَإِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ]

“Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan sesungguhnya aku istighfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702 (41)

Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

‘Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Maha berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.’

Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang.” HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III/282 no. 2381.

Ayat yang menganjurkan istighfar dan taubat di antaranya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.

[22] HR. Ahmad 11/290, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 596, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/412 no. 652, Shahiih al-Jaami ‘ish Shaghiir no. 6427

Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii