Jumat, 04 Januari 2019

Belajar Agama Otodidak, Bolehkah ?

belajar tanpa talaqii (belajar otodidak)
قال الإمام ابو حيان الأندلسي 
:يظن الغُمْرُ أن الكتب تهدي#
              اخا جهل لإدراك علوم
وما يدري جُهول فإن فيها #غوامض حيرت عقل السليم
واذا رمت العلوم بغير شيخ # ضللت عن صراط المستقيم
وتلتبس العلوم عليك حتى#تصير اضل  من طوما  الحكيم
 
Imam abu hayyan mengatakan : org org bodoh  akan menganggap hanya sekedar  membaca kitab ulama bisa memberi petunjuk dan mendapatkan ilmu,
Org bodoh itu  tidak tahu kalau di dalam kitab para ulama terdapat permasalahan  yg rumit lagi membingungkan orang yang pintar
Jika engkau  belajar  tanpa berguru maka engkau  akan tersesat  dari jalan yg lurus 
Dan lebih sesat dari  tuma al hakim
Tuma al-Hakim adalah seorang tabib (dokter) yang dalam praktek pengobatannya hanya berdasar buku belaka. Suatu hari ia mendapati sebuah redaksi hadits berbunyi; “al-Habbah as-Sawda’ Syifa’ Likulli Da’” . Namun Tuma al-Hakim mendapati huruf ba’ pada kata al-habbah dengan dua titik; menjadi ya’ , karena kemungkinan salah cetak, maka ia membacanya menjadi
al-Hayyah as-Sawda’ . Tentu maknanya berubah total, semula makna yang benar adalah “ Habbah Sawda’ (jintan hitam) adalah obat dari segala penyakit”, berubah drastis menjadi “Ular hitam adalah obat bagi segala penyakit”. Akibatnya, Tuma al-Hakim telah membunuh banyak orang karena “kebodohannya”, mereka mati terkena bisa ular ganas yang ia anggapnya sebagai obat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar